03
Jul
08

ORANG MISKIN DILARANG MATI!

Berawal dari obrolan malam sepulang kerja, om saya berkisah tentang salah seorang ustadz di dekat rumah yang ‘ngambek’ ke dia. Bukan karena beda pendapat tentang mahzab, bukan karena beda pendapat tentang anarkisme FPI, bukan beda pendapat tentang akhirat kekal atau tidak, apalagi beda pendapat tentang ALLAH itu ada satu atau lima? Bukan, sama sekali bukan.

Sebabnya Cuma karena sang ustadz tidak diberi amplop saat memimpin doa tahlilan seorang tetangga saya yang baru saja meninggal.

Edaan..!! apa ini harus menjadi masukan juga untuk beberapa stasiun tv indonesia?

Wartawan metro tv tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.. (kira-kira itulah yang sering kita lihat di running text metro tv.)

Apa harus diganti dengan kalimat:

Para ustadz tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas MULIA-nya..

Obrolan pun berlanjut, saya bertanya kepada om saya tentang memangnya biaya apa saja dikeluarkan untuk keluarga yang meninggal? Besarnya berapa?

Begini kira-kira dia menerangkan, sambil menggunakan jarinya untuk merunut satu-persatu yang diterangkannya:

  1. Saat sholat mayat, pihak keluarga memberikan ‘amplop’ buat para ‘peserta sholat’, bahkan keluarga si mayat pun harus mendatangi rumah tetangganya untuk menyerahkan amplop undangan sholat itu.
  2. Untuk biaya tahlilan, pihak keluarga harus ‘mengamplop’ minimal 2 orang ustadz, masing-masing Rp 50 ribu permalam. Berarti Rp 100 ribu, di x tujuh hari berarti Rp 700 ribu. Itu belum termasuk makanan saat tahlil.
  3. Untuk memandikan mayat pun harus mengeluarkan uang minimal Rp 300-500 ribu. Itu diluar biaya perlengkapan merias mayat seperti kain kafan, kapas, kembang dan lain-lainnya.
  4. Untuk tanah kuburan, yang ini juga tidak gratis, si mayat harus membayar sekitar Rp 700 ribu – 1 juta, baru dia bisa menginap di liang lahat.

Gilaaa, saya jadi berpikir, gimana kalo yang meninggal orang miskin? Kalo gak melakukan itu, yang ada malah di cap sebagai kafir jangan-jangan…

Dunia emang udah gilaaaaa…

Juaaaaancuuuuuuk!!!

02
Jul
08

Dunia Makin Edan..

Dunia emang makin edaaan… hikmahnya adalah:

Sejak Dini, Siapkan Kamar Pribadi Untuk Anak Anda..

Dari pada di jalanan gituh?

sumber: Kaskus

02
Jul
08

Si Sombong di Negeri yang Miskin…

Draft wawancara

1. Saat ini apa pekerjaan dan kegiatan anda sehari-hari anda? Memanage (perusahaannya)

2. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan bisnis anda ? Didirikan tahun 2004 dari sekedar hobi, kemudian skrg berkembang menjadi content provider di hampir semua operator telekomunikasi.

3. Kenapa anda tertarik dalam bisnis tersebut? Awalnya dari hobi

4. Mengenai keberadaan lembaga penggalang dana di kampus anda , anda punya tanggapan sendiri? Kurang tahu

5. Seharusnya bagaimana cara yang dilakukan penggalang dana itu? Membuka usaha/bisnis

6. Mengenai alumni, sejauh mana anda lihat keterkaitan alumni dengan kemajuan kampus anda? Masih sejauh ikut milis saja

7. Saat anda kuliah anda mengambil Prodi apa serta angkatan berapa? Jurusan Teknik Kelautan angkatan 1995

8. Ada kejadian berkesan selama kuliah? Biasa2 aja sih, nothing special :D

9. Apa harapan anda bagi kampus anda? Makin maju, biayanya makin murah, kalo bisa malah gratis

____________________________________________________________________________

Untuk mengirim draft wawancara diatas, ke email orang itu, emang gak lebih dari semenit..

Tapi untuk mencari alamat email orang itu, butuh waktu berhari2..

Konfirmasi ke dia bahwa email sudah dikirim, sampe mu banting HP karena susah banget dihubungin..

Nunggu balesan email ini, butuh berhari2 lagi..

Akhirnya, email pun di bales..

Dengan Singkat..Padat..dan SAMA SEKALI NGGAK BERISI.. sombongnya anda, seberapa sibuk sih? narasumber selain anda yang lebih sibuk pun menjawab dengan sangat kooperatif.. silahkan sombong, CUMA JANGAN DI NEGERI YANG MISKIN INI…!

dedicated to : S A (initial)

01
Jul
08

Dari Kriminal ke Ek-Bis.

Kemarin, mungkin masih melihat mayat..

Kemarin, mungkin masih melihat copet bonyok di gebuki..

Kemarin, mungkin masih melihat engsel pintu rumah korban yang dibobol maling..

Kemarin, mungkin masih melihat gembel yang digaruk satpol PP..

Hari ini..?

Mungkin meliput tentang devisa gas natuna..

Mungkin meliput tentang aturan short selling..

Mungkin meliput aturan tender offer..

Bursa komoditas, Kurs transaksi BI ataupun bursa regional..

haha..emang ngerti? secara basic lo IPA..

makanya.. MARI BELAJAR!

dedicated 2: cornila (KORAN TEMPO)

foto: dari yasmin..keren khaan??

01
Jul
08

Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya…

Sahabat yang baik, final sudah.. bayi pejuang kami yang gigih dan mengagumkan telah gugur, kembali kepada kekasih paling sejati, menunggu rindu ibu dan bapaknya di taman syurga.. ba’da zuhur ini insya ALLAH akan dilahirkan secara induksi dari RS Garut dan akan segera kami makamkan.

Semoga hal ini bisa menjadi hikmah bagi kita semua. Terimakasih atas seluruh doa dan dukungannya. Hanya ALLAH sang maha pemberi imbalan.

Wahyu Aji & Rita.

Itulah sekelumit pesan singkat yang masuk ke handphone saya pagi tadi. Dari Pak wahyu Aji, tentang berita meninggalnya sang anak.

Bagi saya, begitu beruntungnya sang bayi tercinta, karena dijemput langsung sang pencipta tanpa harus melihat hamparan dosa yang ada di dunia.

Semoga diberi ketabahan yang luar biasa untuk kedua orangtua yang telah ikhlas melepas sang syuhada/syahida….

Amiin..

01
Jul
08

JANGAN SEKEDAR BERSEPEDA


Saya pernah membaca sebuah buku karangan pemikir besar Islam, Ahmed Deedad. Judulnya (kalau saya tidak salah) Jangan Malu Memakai Atribut (simbol) Agama. Secara umum, buku tersebut berisi tentang bagaimana seharusnya setiap muslim dalam kesehariannya berani menggunakan atribut keislaman seperti peci, baju gamis, kerudung dan lain-lainnya untuk menunjukan bahwa ia muslim. Di luar itu, saya pikir hal yang sama tentu berlaku juga untuk pemeluk agama lain. Bagaimana seorang kristiani memakai misalnya kalung salib untuk menunjukan bahwa ia adalah seorang kristen yang taat.

Lantas apa hubungannya dengan judul tulisan di atas? Sangat dekat, Kita sebagai sekumpulan individu-individu yang telah memutuskan untuk sebisa mungkin menggunakan sepeda sebagai metode transportasi, sebenarnya berkewajiban untuk mengkampanyekan segala hal yang berhubungan dengan lingkungan, menggunakan berbagai atribut, tentu saja dalam konteks bersepeda. Saya masih ingat saat pertama bergabung di milis b2w jak-sel, om Adi mengirimkan balasan email saya dengan kata-kata ‘selamat bergabung di komunitas yang sehat ini’.

Wah, sesungguhnya sekelumit kata-kata itu jadi penyemangat saya juga untuk tetap ‘menggowes’ ke kantor atau kemanapun (terima kasih om :p). Namun agak sedikit naif bila hanya sekelumit kata-kata itu saja yang selalu mendorong semangat kita untuk beraktifitas, karena sebenarnya masih ada sebuah esensi besar dibalik aktivitas ‘ngegowes’ kita.

‘Mbah’ blogger Indonesia, Enda Nasution pernah mengatakan kepada saya, ‘umumnya, blogger merupakan seorang yang selalu membuka mata untuk sebuah perubahan positif dalam lingkungan sekitarnya’. Saya yakin, kita semua pasti setuju kalau para b2w’rs pun sama halnya dengan apa yang dikatakan oleh Enda. Karena itulah, melalui ‘tulisan jelek’ ini, saya berpendapat sudah saatnya kita bersikap semakin terbuka untuk sebuah perubahan positif bagi lingkungan.

Hal itu kita bisa lakukan dengan berangkat dari sebuah isu besar, atau tepatnya sebuah ancaman besar yang tak pernah bosan dibahas oleh siapapun, Global Warming. Hari Minggu kemarin, seorang aktivis lingkungan di Bundaran HI menerangkan kepada saya, bahwa secara matematis, bila manusia tidak merubah perilakunya ‘memusuhi alam’, umur bumi tidak lebih dari lima tahun lagi. Tentu saja saya tercengang (untuk kesekian kalinya). Ia pun memberikan sebuah buku yang berisikan fakta-fakta baru mengenai kerusakan alam, antara lain:

1. Hampir semua es di Kutub Utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012! (prediksi dari Dr. H. J. Zwally –NASA). Pada 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es hampir 1,5 kali luas kota surabaya, di Antartika runtuh, padahal menurut peneliti, diyakini bongkahan itu telah ada sejak 1500 tahun yang lalu. Sekarang, bongkahan es yang tersisa tinggal sekitar 13.000 kilometer persegi saja. Apabila seluruh es telah mencair, maka level permukaan laut akan naik sampai 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai dan dataran rendah manapun diseluruh dunia.

2. Mencairnya Methane Hydrates=kiamat!. Methane Hydrates merupakan kumpulan metana beku dalam jumlah yang sangat besar dan banyak ditemukan di Kutub Utara dan Selatan dimana suhu permukaan airnya kurang dari 0 derajat celcius. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida.

Gawatnya, bila antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah, yang mungkin bisa disetarakan dengan kiamat!

Lebih gawatnya lagi, 1 juta kilometer persegi es abadi di Siberia seluas Perancis dan Jerman telah mencair pada 2005, padahal didalamnya terdapat sekitar 70 milyar ton metana beku. Dampaknya? Saya sendiri takut untuk membayangkan.

Masih banyak fakta-fakta lain yang saya yakin om dan tante pasti lebih tau dari saya. Kita semua pasti tidak mau bumi mengalami sejarah kelam geologi yang disebabkan karena kelalaian manusia. Untuk itulah, sebagai b2w’rs, sudah saatnya isu Global Warming kembali kita jadikan sebagai esensi utama dari aktivitas bersepeda kita. Namun dengan langkah-langkah yang praktis tentunya, agar aktivitas bersepeda kita juga semakin bermakna.

Seperti kata Ahmed Deedad, kita pun jangan malu untuk menggunakan atribut kampanye dalam menggowes. Berikan sebuah edukasi kecil ke masyarakat luas, seperti yang saya lihat di daerah Pos Pengumben. Seorang b2w’rs (tentu saja dengan logo b2w di sepedanya), memasang atribut seperti bendera yang bergambar asap hitam yang keluar dari kendaraan, tulisannya ‘karena inilah bumi lebih cepat mati’. Selain itu juga, di tas yang dia pakai di tempeli begitu banyak kertas putih berisikan pesan-pesan tentang kerusakan lingkungan. Yang dia lakukan untuk sebagian orang memang merupakan hal yang kecil, namun sungguh sangat bermanfaat.

Banyak cara lain yang bisa dilakukan juga, misalnya konvoi b2w mungkin bisa dilakukan sambil mengusung sebuah spanduk tentang Global Warming (tapi kalau sudah, maaf saya nggak tau, maklum baru..), atau dengan cara-cara yang lain. Begitu praktisnya bukan?..namun yang jadi masalah, sangat jarang saya melihat hal ini dilakukan oleh para b2w’rs, kecuali yang bersifat insidental seperti kampanye bersepeda bareng RI 1, karena hal-hal seperti itu tidak kontinues, jadi mudah dilupakan orang.

Saya pikir, cukup sampai disini saja, karena pengetahuan saya juga benar-benar terbatas. Makin panjang, takut makin banyak salahnya juga. Semoga dari ‘ketikan’ yang tak seberapa ini, dapat membuat kita untuk membuka mata sedikit lebih lebar lagi mengenai pemahaman kita mengenai esensi beraktifitas sebagai b2w’rs, untuk lingkungan yang lebih baik.

Seperti kata Enda..[]

12
May
08

DIBUNUH BANGSA SENDIRI.

Sungguh, sampai bangun tidur pagi tadi saya tidak sadar bahwa tanggal ini, sepuluh tahun lalu, merupakan hari dimana bangsa Indonesia meminta tumbal untuk bergerak ke zaman yang “katanya” reformasi.. hari dimana empat orang mahasiswa menyerahkan jiwa dan raganya demi kelangsungan hidup seluruh warga bangsa Indonesia..

Akhirnya, berita di TVpun menyadarkan saya tentang hari ini..

Entahlah..  saya sudah tidak tau lagi harus mengumpat, mencaci, berteriak, mencemooh apa lagi terhadap negara ini..atau memang saya harus terduduk manis dengan memberikan sejuta pujian (paling tidak didalam hati) untuk kemajuan-kemajuan yang “katanya” telah dicapai negara ini?..anak kecil saja harus di beri permen dulu baru dia bisa duduk manis.. saya? mana bisa saya terdiam kalau tiap hari selalu diberikan gambaran tentang korupsi, kenaikan harga, penggusuran dan kemuakan-kemuakan lain yang seharusnya dihilangkan..

Sudahlah, saya pun bercermin..bahwa saya bukan siapa-siapa..  saya masih takut dengan pentungan polisi, saya juga belum cukup kaya untuk menjamin saya kebal hukum, karena saya masih warga biasa.. karena itu, saya sepertinya masih hanya bisa mengumpat, mencaci, berteriak dan mencemooh ketidakadilan yang saya lihat di negara ini..

Tentu saja sambil berkarya..untuk sebuah perubahan kecil di sekitar saya..

01
May
08

Selamat May Day Teman-teman…

Kemarin adalah tahun ketiga saya berada ditengah-tengah aksi buruh pada peringatan May Day. Biasa, untuk berpoto! Bedanya, dua aksi sebelumnya saya berada di Bandung. Baru kemarin akhirnya saya bisa berada di tengah-tengah aksi yang berlangsung di depan istana Negara di Jakarta. Nothing special, hanya seperti biasa, Rame..panas..bau keringat..dan melelahkan, walaupun ada juga yang beda, entah kenapa dari orasi politik yang diberikan pada aksi kemarin, saya merasa pesannya lebih berbobot, menginspirasi dan mencerdaskan di bandingkan Bandung, yang justru lebih banyak aksi berjoged-joged ria.

Terlepas dari itu semua, ada beberapa pernyataan yang membuat saya miris terhadap keadaan kaum buruh di Jakarta khususnya. Salah satunya mengenai UMR, bayangkan, upah mereka perbulan adalah sekitar 950ribuan. Lalu kita hubungkan dengan harga beras yang perkilonya sudah mencapai 5ribu, bagi yang sudah berkeluarga (hitunglah yang sudah mempunyai dua anak) untuk beli beras dan lauk-pauknya selama sebulan mereka harus menghabiskan kira-kira 450-500ribu. Belum lagi untuk isi ulang gas (ini bagi yang sudah menerima fasilitas kompor gas) mereka harus menghabiskan 60ribu perbulan (asumsinya satu tabung untuk seminggu). Untuk itu semua berarti mereka punya sisa uang kira-kira sekitar 450ribuan. lah, ternyata mereka juga harus bayar kontrakan yang berkisar 250-300ribuan perbulan. Lalu dengan uang sisa sekitar 150ribuan, gimana mereka bisa bayar sekolah anak-anaknya? sedangkan kita tau pendidikan sudah semakin mahal. Belum lagi untuk biaya kesehatan keluarganya, BAYANGKAN! wah..wah.. kalau gitu saya juga takut buat ngebayanginnya..

karena itulah..saya pribadi yang juga berprofesi sebagai buruh juga berharap, negara ini dapat segera terlepas dari sistem “apartheid khas Indonesia” yang berlaku bagi kaum buruh. Karena kalau begini terus, mungkin sebutan “pemiskinan oleh negara atas rakyatnya” begitu tepat. Semoga tidak terjadi, karena saya begitu mencintai negara ini…

Happy May Day Teman-teman..teruslah berpikir, bahwa tidak sepantasnya kita menjadi “buruh” di negeri sendiri..

29
Apr
08

Masih Ada Naluri di Jakarta

Judul diatas pertanyaan atau pernyataan? saya juga bingung, karena jujur saja, setelah hampir sebulan saya di Jakarta, saya menyimpulkan bahwa kota kelahiran saya ini adalah kota dengan penduduk yang penuh amarah, saling sikut, serta saling mencoba untuk berkuasa, tapi jangan tanya kenapa, pokoknya saya menemukan itu di bis kota, saat berkendara bahkan terkadang saat di masjid.  Tapi berhubung tidak ada tanda tanya pada judul diatas, lebih baik saya simpulkan bahwa itu adalah sebuah pernyataan.clear..

Kenapa pernyataan? nah, kalau ini boleh ditanyakan. Begini.. semalam saat pulang kantor, seperti biasa saya naik bis kota ke arah rumah. Tak lama, seorang pengamen kecil yang agaknya mengidap down syndrome naik ke bis yang saya tumpangi. Basa-basi sebentar, si bocah mulai bertepuk tangan sambil mengalunkan sebuah tembang, setelah beberapa saat saya pun menyimpulkan bahwa bocah ini bukan mengamen, tapi meminta, karena yang namanya mengamen seharusnya menghibur, tapi itu tidak penting..

Satu lagu..dua lagu, akhirnya konser sibocah selesai, ia pun membuka kantong permen yang ia gunakan untuk meminta penumpang bis membayar tiket konsernya. Belum sempat ia menagih, dari sebelahnya seorang pria tua buta dengan kacamata hitam dan memegang tongkat berdiri. Pria itu hendak turun, namun tidak ada yang membantu, termasuk saya, karena saya memang berdiri jauh di belakang. Saat itu bis sedang berhenti karena lampu merah, mungkin karena melihat tak ada yang membantu, akhirnya sibocah melipat kembali kantong permennya dan memutuskan untuk membantu si buta turun dari bis.

Si bocah menggandeng mesra si buta, perlahan menapaki tangga bis kota hingga akhirnya benar-benar turun. Beberapa saat berlalu, ketika saya melihat lampu lalu lintas telah berwarna hijau. Bis berjalan pelan, namun si bocah masih belum kembali ke bis. Padahal seluruh penumpang di dalam masih belum membayar tiket pertunjukannya. Akhirnya bis pun benar-benar berlalu, meninggalkan si bocah dan si buta di pinggir jalan.

Dari jendela, saya sempat melirik kearah mereka berdua. Saya lihat mereka berdua sedang saling berbisik, antah apa yang dibisikkannya. mungkin..

“bapak mau kemana?,”.. atau,

“udah dapet berapa ngamen hari ini dek?,”..atau,

“kenapa bapak bisa buta?,”..

atau mungkin..

“dasar orang kota, masa untuk turun dari bis saya harus di bantu oleh bocah down syndrome..!”

Yaaah..apapun yang diperbincangkan mereka berdua, yang jelas  malam itu saya telah melihat sisi lain sebuah kehidupan di Jakarta, yang ternyata adalah sebuah kasih sayang tulus, walaupun satu diantaranya harus melupakan rezeki yang telah disiapkan para penumpang untuknya.

Dan kasih sayang itu bukan  ditunjukan oleh para eksekutif muda, PNS, akuntan publik, pegawai bank, konsultan atau apapun. Melainkan ditunjukan oleh seorang bocah down syndrome dan seorang pria tua yang buta..[]

29
Apr
08

Aku dan Santiago

Setelah melihat buku itu terongok di atas meja, saya kembali terpikir untuk membacanya entah untuk yang keberapa kali. Dan setelah membaca, saya pun terpikir untuk segera  menuliskannya  dalam  blog  ini. Sebenarnya  ini  hanyalah  buku  lama,  tapi  saya  pikir  siapapun yang membaca buku ini ia punya kewajiban untuk mentebarkannya ke orang lain.

Judulnya “sang alkemis”, dari penulis sarat filosofi, Paulo Coelho. Sudah lama saya beli buku itu, murah cuma 27 ribu. Sekilas, covernya memang terlihat seperti buku rohani. Bubur kertas ini menceritakan tentang perjuangan seorang bocah bernama Santiago untuk mengejar harta karun yang hadir dalam mimpinya. Tokoh utamanya memang  seorang bocah, tapi esensi buku ini sungguh sangat-sangat universal. Saya sangat menggilai buku ini. Bahkan dalam hidup saya, saya selalu mengendapkan satu kalimat dahsyat yang tertulis di dalamnya.

“When you want something all the universe conspire in helping you to achieve it”

Begitulah bunyi kalimat dahsyat itu. Dan saya selalu memakai kutipan itu dalam tulisan, email, FS atau bahkan blog ini sekalipun. Sebenarnya tidak ada maksud lain, kecuali hanya ingin mengiatkan diri sendiri bahwa sesungguhnya saya tidak pernah sendiri. Yaa, “sesendiri” apapun saya di dunia ini, ternyata pada dimensi lain sang alam justru tengah bekerja keras untuk bersekutu membantu kita menggapai semua tujuan hidup.

Untuk beberapa orang, terkadang hal itu mungkin berlebihan, kalau tidak dibilang saya adalah orang yang sedang bermimpi. Bahkan ada yang mengatakan “sok filosofis”..hahaha..sekali lagi saya hanya tertawa, toh sampai saat ini saya tidak merasa “sedang tidur”, jadi saya pasti tidak sedang bermimpi, melainkan sedang berangan-angan, dengan kesadaran yang amat sangat sadar. Dan itu lebih baik bukan? bahkan dari si Santiago sekalipun..haha.

Yang terpenting, sepertinya saya tidak akan pernah bosan untuk kembali mereferensikan buku ini kepada siapapun, bahkan orang yang baru saya kenal di busway sekalipun. Bagi saya itu sebuah keasikan tersendiri, terutama saat saya sedang merasa benar-benar sendiri. Atau mungkin saja obrolan saya dengan orang lain itu justru merupakan bagian dari skenario dan sekutu alam semesta untuk saya.. semoga.[]